MAAHADMUHAMMADI – Setelah bertahun-tahun spekulasi dan paten yang beredar, Apple dikabarkan serius mengembangkan smartphone layar lipat pertamanya yang diberi nama iPhone Fold.
Raksasa teknologi asal Cupertino ini dikenal selalu mengambil pendekatan wait and see sebelum memasuki kategori produk baru, memastikan teknologi sudah matang dan pengalaman pengguna optimal.
Strategi ini berbeda dengan kompetitor seperti Samsung dan Huawei yang telah meluncurkan beberapa generasi perangkat foldable lebih dulu.
Berdasarkan bocoran dari supply chain dan paten yang dipublikasikan, iPhone Fold kemungkinan mengadopsi desain book-fold mirip Galaxy Z Fold, memungkinkan perangkat terbuka menjadi tablet kecil dengan rasio layar mendekati persegi.
Teknologi engsel dikembangkan dengan presisi tinggi untuk menjamin daya tahan ribuan kali lipatan tanpa mengalami degradasi signifikan. Apple dilaporkan bekerja sama dengan pemasok komponen premium untuk menciptakan mekanisme paling halus dan andal di kelasnya.
Ketebalan perangkat saat terlipat diupayakan seminimal mungkin untuk tetap nyaman disimpan di saku. Material frame menggunakan aluminum aerospace grade atau titanium untuk kombinasi ringan namun kokoh.
Layar eksternal diperkirakan berukuran sekitar 6.2 inci dengan teknologi OLED ProMotion untuk notifikasi dan operasi cepat tanpa membuka perangkat. Layar internal membentang hingga 7.5-8 inci dengan refresh rate adaptif 120Hz memberikan pengalaman visual luas untuk produktivitas dan entertainment.
Chipset Apple Silicon generasi terbaru akan menggerakkan sistem dengan efisiensi maksimal. Konfigurasi RAM mencapai 8-12GB untuk mendukung multitasking mode split screen dan aplikasi iPad yang dioptimasi untuk layar besar.
Sistem kamera triple lens di bagian belakang dengan sensor utama 48MP atau lebih tinggi menghadirkan kualitas fotografi setara iPhone Pro. Kamera selfie tersembunyi di bawah layar untuk memaksimalkan screen-to-body ratio.
Apple diperkirakan akan mengembangkan hybrid operating system yang menggabungkan kekuatan iOS dan iPadOS, memberikan fleksibilitas antara penggunaan smartphone saat terlipat dan tablet saat terbuka. Developer akan mendapat tools khusus untuk optimasi aplikasi memanfaatkan real estate layar ekstra.
Fitur Continuity dan Handoff memungkinkan transisi seamless antara iPhone Fold dengan MacBook atau iPad lainnya dalam ekosistem Apple.
Mengingat positioning premium Apple dan biaya produksi teknologi foldable yang mahal, iPhone Fold diprediksi dibanderol mulai USD 1,799-2,499 atau setara Rp 28-40 juta untuk pasar Indonesia. Peluncuran diperkirakan tidak lebih cepat dari akhir 2025 atau bahkan 2026 setelah Apple yakin teknologi sudah sempurna.
iPhone Fold berpotensi mendefinisikan ulang standar perangkat lipat dengan kualitas build premium dan integrasi ekosistem yang menjadi keunggulan Apple dalam industri teknologi konsumer.