MAAHADMUHAMMADI – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada awal Januari 2026, menandai era baru dalam sejarah sepak bola nasional. Pelatih asal Inggris ini datang dengan rekam jejak internasional yang luas, termasuk membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kali dalam 36 tahun.
Herdman diperkenalkan secara resmi oleh PSSI pada 3 Januari 2026, dan langsung diberi mandat untuk menangani tidak hanya tim senior, tetapi juga timnas U-23. Penunjukannya dipercaya dapat memberi arah baru bagi Garuda setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Salah satu tantangan utama Herdman adalah adaptasi dengan lingkungan sepak bola Asia, yang memiliki karakter permainan dan kultur berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya di kawasan CONCACAF. Pengamat sepak bola nasional menilai bahwa kondisi ini menjadi ujian besar bagi pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Selain itu, Herdman harus menyusun strategi untuk menangani skuad senior dan U-23 secara bersamaan, sebuah tugas yang memerlukan pendekatan manajemen tim yang matang dan konsisten di kedua level.
Salah satu target nyata Herdman pada 2026 adalah Piala ASEAN (AFF) 2026 yang akan digelar mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Indonesia hingga kini belum pernah meraih gelar juara turnamen regional tersebut, sehingga ini menjadi kesempatan besar untuk mencatat sejarah bagi Garuda di bawah kepemimpinan pelatih baru.
Herdman sendiri menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang Indonesia di Piala ASEAN, menilai bahwa kompetisi tersebut adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa tim ini siap bersaing di level regional dengan pendekatan yang lebih matang.
Tidak hanya fokus pada jangka pendek, Herdman juga sudah menetapkan target jangka panjang, termasuk kualifikasi ke Piala Dunia 2030, sebuah impian besar yang belum pernah diraih oleh Indonesia sejak terakhir kali berlaga di putaran final pada tahun 1938. Herdman menyebut target tersebut sebagai tantangan besar, sekaligus alasan kuat dia menerima posisi ini.
Dalam sesi wawancara, dia memandang “pressure is a privilege”, tekanan bukan halangan, melainkan mendorong tim untuk berkembang dan berprestasi di level tertinggi. Herdman menekankan pentingnya dukungan penuh dari pemain, suporter, dan semua elemen sepak bola Indonesia untuk mencapai target tersebut.
Selain target kompetitif, Herdman juga mulai memantau pemain untuk ajang FIFA Series 2026, yang akan menjadi salah satu ajang pemanasan penting sebelum turnamen resmi seperti Piala ASEAN dan kualifikasi lainnya. Fokusnya adalah mengevaluasi pemain dari berbagai latar untuk membangun skuad yang kuat, dinamis, dan siap bersaing.
Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menjadi momen penting bagi sepak bola nasional. Di tahun 2026, dia menghadapi tantangan besar berupa adaptasi strategi, membangun skuad kompetitif, serta mempersiapkan tim menghadapi Piala ASEAN 2026, sekaligus menatap target besar Piala Dunia 2030.
Keberhasilan Herdman dalam menangani berbagai tantangan ini akan sangat bergantung pada sinergi antara pemain, pelatih, dan dukungan suporter, sehingga era baru sepak bola Indonesia bisa benar-benar terwujud.