MAAHADMUHAMMADI – Bulan Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan musim kompetisi 2025/2026 menjadi tantangan tersendiri bagi para pesepak bola Muslim di Inggris.
Jadwal pertandingan yang padat, intensitas tinggi, serta tuntutan performa maksimal tidak menghalangi sejumlah pemain untuk tetap menjalankan ibadah puasa.
Di skuad Manchester United, ada beberapa nama yang diketahui beragama Islam dan tetap berpuasa saat berlaga di Liga Inggris.
1. Noussair Mazraoui
Salah satu pemain Muslim di Manchester United adalah Noussair Mazraoui. Bek asal Maroko ini dikenal sebagai sosok yang taat menjalankan ajaran Islam.
Meski bermain di liga dengan tempo cepat dan fisik yang kuat, Mazraoui tetap berkomitmen menjalankan puasa Ramadan. Ia juga diuntungkan dengan kebijakan Premier League yang memberikan jeda singkat saat pertandingan untuk pemain Muslim berbuka puasa.
Mazraoui sendiri merupakan pemain penting di lini pertahanan Setan Merah sejak bergabung pada 2024 dan dikenal sebagai full-back modern yang aktif membantu serangan. Selain performanya di lapangan, konsistensinya dalam menjalankan ibadah menjadi inspirasi bagi banyak penggemar Muslim.
2. Amad Diallo
Nama berikutnya adalah Amad Diallo. Winger asal Pantai Gading ini juga tercatat sebagai pemain yang menjalankan puasa di tengah kompetisi.
Di usia yang masih muda, Amad menunjukkan profesionalisme tinggi dengan tetap menjaga kondisi fisik sekaligus menjalankan kewajiban sebagai Muslim.
Amad dikenal memiliki kecepatan, kreativitas, serta kemampuan duel satu lawan satu yang membuatnya menjadi salah satu talenta masa depan Manchester United.
3. Bryan Mbeumo dan Altay Bayındır
Selain Mazraoui dan Amad, laporan terbaru juga menyebutkan bahwa Bryan Mbeumo dan Altay Bayındır termasuk pemain Manchester United yang beragama Islam dan menjalankan puasa Ramadan musim ini. Mereka tetap tampil profesional demi membantu tim meraih target di klasemen.
Sejak beberapa musim terakhir, Premier League menerapkan kebijakan jeda singkat saat laga berlangsung agar pemain Muslim dapat membatalkan puasa ketika matahari terbenam.
Kebijakan ini dilakukan tanpa mengganggu jalannya pertandingan dan menjadi bentuk penghormatan terhadap keberagaman.
Keberadaan pemain Muslim di Manchester United menunjukkan bahwa ibadah dan karier profesional bisa berjalan beriringan. Mereka tetap mampu tampil kompetitif meski harus menahan lapar dan haus selama pertandingan berlangsung.