MAAHADMUHAMMADI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga membuka banyak lapangan kerja baru.
Salah satu posisi yang paling banyak dicari adalah sopir atau driver distribusi. Lalu, berapa sebenarnya gaji sopir SPPG tahun 2026?
Berdasarkan laporan terbaru dari berbagai sumber, gaji sopir SPPG umumnya menggunakan sistem harian. Besaran upah yang diterima berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000 per hari. Jika dikalkulasikan dengan jumlah hari kerja normal, penghasilan bulanan driver MBG bisa mencapai sekitar Rp2,4 juta hingga Rp3 juta.
Namun, di beberapa daerah dengan beban kerja lebih besar atau peran distribusi utama, gaji sopir SPPG dilaporkan bisa menembus Rp4 juta per bulan.
Besaran ini biasanya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah daerah, luas wilayah distribusi, serta tambahan insentif seperti uang transport atau bonus kinerja.
Menariknya, tenaga kerja dalam program MBG termasuk sopir SPPG disebut memiliki skema yang terhubung dengan pendanaan negara melalui APBN 2026.
Hal ini membuat sistem penggajian lebih terjamin dibandingkan pekerjaan informal pada umumnya. Dalam sejumlah laporan, upah sopir MBG sekitar Rp100 ribu per hari atau setara Rp3 juta per bulan menjadi salah satu angka yang paling sering muncul.
Peran sopir dalam program ini sangat vital. Mereka bertanggung jawab mengantar makanan dari dapur produksi ke sekolah atau titik distribusi tepat waktu.
Selain itu, driver juga harus memastikan kondisi kendaraan tetap prima agar proses pengiriman berjalan lancar tanpa keterlambatan. Ketepatan waktu menjadi kunci karena makanan harus sampai sebelum jam makan siswa.
Jika dibandingkan dengan posisi lain, gaji sopir SPPG masih berada di level menengah. Tim distribusi atau driver logistik secara umum berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per bulan, sementara posisi seperti kepala dapur bisa mencapai lebih dari Rp6 juta per bulan.
Program MBG yang terus diperluas membuat kebutuhan tenaga sopir distribusi masih tinggi di berbagai daerah.
Besaran gaji memang belum diseragamkan secara nasional karena menyesuaikan UMK dan anggaran daerah, tetapi peluang kerja di sektor ini dinilai cukup menjanjikan, terutama bagi masyarakat lokal di sekitar dapur SPPG.
Gaji sopir SPPG 2026 berada di kisaran Rp80–100 ribu per hari atau sekitar Rp2,4 juta hingga Rp3 juta per bulan, bahkan bisa mencapai Rp4 juta tergantung wilayah dan tanggung jawab.
Dengan status program yang dibiayai negara serta kebutuhan tenaga distribusi yang terus meningkat, profesi ini menjadi salah satu peluang kerja baru yang cukup menarik di era program MBG.