MAAHADMUHAMMADI – Kabar mengejutkan datang di awal tahun 2026, serial anime legendaris Doraemon resmi tidak lagi tampil di layar kaca RCTI, setelah menemani generasi penonton Indonesia selama lebih dari 35 tahun. Keputusan ini memicu banyak reaksi dari penggemar dan menjadi topik hangat di media sosial serta forum fandom.
Sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, nama Doraemon sudah tidak muncul lagi dalam jadwal siaran RCTI maupun dalam daftar program di platform streaming RCTI+. Slot Minggu pagi yang selama puluhan tahun identik dengan kartun robot kucing biru itu kini digantikan oleh program lain.
Menurut pantauan jadwal televisi, Doraemon secara resmi “hilang” dari daftar tayangan setelah 4 Januari 2026, menandai berakhirnya masa siar serial ini di kanal RCTI yang telah berlangsung sejak 1990 an.
Walau RCTI belum mengeluarkan pernyataan resmi, sejumlah faktor menjadi alasan kuat di balik keputusan ini:
1. Lisensi dan Hak Siar Berakhir
Salah satu penyebab yang paling banyak diduga adalah berakhirnya kontrak lisensi hak siar antara pemegang hak Doraemon dengan RCTI. Hak siar program luar negeri sering kali memerlukan pembaruan kontrak berkala, dan pergeseran hak siar adalah hal yang umum terjadi di industri televisi.
2. Perubahan Strategi Program RCTI
RCTI diyakini melakukan penataan ulang jadwal program untuk mengejar target audiens yang lebih menguntungkan secara komersial atau sesuai tren tayangan masa kini. Perubahan lineup seperti ini biasanya berdampak pada tayangan kartun dan program keluarga.
3. Perubahan Kebiasaan Menonton
Tren konsumsi media pun turut berperan. Penonton anak-anak kini lebih banyak beralih ke platform digital dan streaming, sementara penonton televisi tradisional menyusut. Ini membuat penayangan konten lama di TV menjadi kurang menguntungkan secara rating.
Berita ini langsung menyulut nostalgia di kalangan penonton Indonesia, terutama mereka yang tumbuh menemani Minggu pagi dengan Doraemon. Banyak netizen menyatakan “kehilangan” dan berbagi kenangan masa kecil mereka saat menunggu petualangan Nobita dan kawan-kawan.
Beberapa warganet bahkan menggambarkan perpisahan ini sebagai “akhir era” dari rutinitas yang tak tergantikan selama puluhan tahun.
Meski Doraemon sudah tidak muncul di RCTI, kabar terbaru menunjukkan bahwa program ini tidak hilang sepenuhnya dari Indonesia. Beberapa sumber dan pengamat industri TV menyebutkan bahwa Doraemon hanya berhenti tayang di RCTI, tetapi belum dipastikan apakah akan pindah ke stasiun lain seperti Trans TV atau jaringan TV nasional lainnya.
Selain itu, franchise Doraemon sendiri tetap aktif secara global, dengan penayangan di berbagai negara, produksi film, dan episode terbaru yang terus berlanjut di Jepang serta di platform streaming internasional.