MAAHADMUHAMMADI – Puasa Nisfu Syaban adalah salah satu ibadah sunnah yang banyak diamalkan umat Islam di pertengahan bulan Syaban menjelang bulan suci Ramadhan.
Tahun 2026, Nisfu Syaban diperkirakan jatuh pada tanggal 15 Syaban 1447 H, yang menurut Kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama RI bertepatan dengan hari Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, puasa Nisfu Syaban dapat dilakukan pada tanggal tersebut sebagai bagian dari amalan sunnah yang dianjurkan.
Puasa Nisfu Syaban 2026 dilaksanakan pada tanggal 15 Syaban 1447 H, yaitu Selasa, 3 Februari 2026. Untuk malam Nisfu Syaban sendiri umumnya dimulai sejak senja atau setelah Maghrib pada Senin, 2 Februari 2026 sebelum memasuki tanggal 15 Syaban.
Puasa yang dikerjakan pada hari tersebut sering dikaitkan dengan puasa sunnah Ayyamul Bidh, puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, karena pelaksanaannya sama dan dapat memberi pahala tambahan.
Sebelum menjalankan puasa Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan membaca niat. Meskipun niat puasa sunnah pada hakikatnya termasuk dalam niat puasa Ayyamul Bidh, berikut bacaan niat yang sering digunakan untuk Nisfu Syaban:
Niat puasa Nisfu Syaban
Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya’bani sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa di pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah Ta’ala.”
Bagi umat yang meniatkannya sebagai bagian dari puasa Ayyamul Bidh, bacaan niatnya bisa memakai lafaz niat untuk yaumul bidh (hari putih) sehingga tetap sah puasa sunnahnya.
Puasa Nisfu Syaban memiliki keutamaan besar karena berada di bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Bulan Syaban sendiri merupakan bulan persiapan menuju Ramadhan, di mana Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid, Rasulullah SAW bersabda bahwa bulan Syaban adalah bulan diangkatnya amal kepada Allah SWT. Karena itu, Rasulullah sangat menyukai berpuasa di bulan ini agar amalnya diangkat dalam keadaan beribadah.
Selain itu, malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam penuh rahmat dan ampunan. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya pada malam pertengahan Syaban, kecuali bagi orang yang masih menyimpan permusuhan dan kesyirikan. Inilah sebabnya puasa Nisfu Syaban sering dipadukan dengan amalan malam seperti doa dan istighfar.
Dengan berpuasa pada siang hari Nisfu Syaban, umat Islam diharapkan bisa membersihkan diri lahir dan batin, memperbanyak amal saleh, serta memohon ampunan sebelum memasuki bulan Ramadhan.