Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal? Ini Penjelasan, Tujuan & Perbedaannya dengan Versi Pemerintah

MAAHADMUHAMMADI – Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menjadi topik hangat menjelang Ramadan 1447 H karena digunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal puasa 2026.

Sistem kalender ini berbeda dengan metode yang dipakai pemerintah Indonesia sehingga memunculkan perbedaan tanggal ibadah.

Lalu, apa sebenarnya KHGT, apa tujuannya, dan apa bedanya dengan kalender Hijriah versi pemerintah?

Kalender Hijriah Global Tunggal adalah sistem penanggalan Islam yang dirancang berlaku seragam di seluruh dunia dengan prinsip satu hari satu tanggal secara global. Penentuannya menggunakan metode hisab astronomis yang terukur dan berbasis kriteria ilmiah.

Dalam sistem ini, jika di salah satu wilayah di Bumi sudah memenuhi kriteria awal bulan Hijriah (misalnya tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat), maka seluruh dunia dianggap masuk tanggal baru pada hari yang sama.

Muhammadiyah resmi meluncurkan KHGT pada 25 Juni 2025 sebagai upaya mewujudkan kesatuan waktu umat Islam secara global.

Penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal memiliki beberapa tujuan utama:

  1. Menyatukan kalender Islam dunia agar tidak terjadi perbedaan hari besar di berbagai negara
  2. Memberikan kepastian jadwal ibadah jauh hari sebelumnya karena berbasis perhitungan astronomi
  3. Mendorong integrasi peradaban Islam secara global dalam aspek waktu dan aktivitas keagamaan.

Konsep ini disebut sebagai langkah untuk menghadirkan sistem kalender Islam yang unifikatif, sesuatu yang belum terwujud selama lebih dari 14 abad sejarah Islam.

Dengan KHGT, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, meskipun posisi hilal di Indonesia masih di bawah ufuk saat matahari terbenam. Hal ini karena di wilayah lain (seperti Amerika) sudah memenuhi kriteria bulan baru secara astronomis.

Artinya, awal bulan berlaku serentak secara global, tidak tergantung lokasi lokal.

Perbedaan KHGT dengan Kalender Hijriah Versi Pemerintah

Perbedaan utama terletak pada konsep wilayah berlaku (matlak) dan metode penentuan awal bulan:

1. Cakupan Wilayah

  • KHGT: Berlaku global (satu tanggal untuk seluruh dunia)
  • Pemerintah: Berlaku regional (berdasarkan wilayah Indonesia).

2. Metode Penetapan

  • KHGT: Hisab astronomi global dengan kriteria ilmiah tetap
  • Pemerintah: Kombinasi hisab dan rukyat melalui sidang isbat.

3. Faktor Visibilitas Hilal

  • KHGT: Hilal terlihat di mana pun di dunia, berlaku untuk semua
  • Pemerintah: Hilal harus memenuhi kriteria di wilayah Indonesia (kriteria MABIMS).

Karena perbedaan kriteria global dan lokal inilah awal Ramadan 2026 berpotensi berbeda.

Kalender Hijriah Global Tunggal adalah sistem penanggalan Islam berbasis hisab global yang bertujuan menyatukan waktu ibadah umat Islam di seluruh dunia. Perbedaannya dengan kalender pemerintah terletak pada cakupan wilayah, metode penentuan, dan kriteria hilal.

KHGT menawarkan kepastian dan keseragaman secara global, sementara metode pemerintah mempertimbangkan kondisi lokal melalui rukyat dan sidang isbat. Perbedaan ini merupakan hasil dari perbedaan pendekatan ilmiah dan fikih, bukan karena kesalahan data astronomi.

Leave a Comment