MAAHADMUHAMMADI – Kehadiran Denza B5 menjadi salah satu topik terpanas di pasar otomotif elektrifikasi Indonesia pada 2026.
SUV plug in hybrid (PHEV) besutan sub brand premium BYD ini digadang-gadang akan masuk Tanah Air setelah unitnya sempat dipamerkan di ajang otomotif dan event otomotif besar awal tahun.
Dengan tenaga lebih dari 600 HP dan teknologi off road canggih, Denza B5 berpotensi mengubah peta persaingan SUV premium yang selama ini didominasi model bermesin diesel.
Secara global, Denza B5 dibekali mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan dengan dua motor listrik dan sistem AWD. Kombinasi ini menghasilkan tenaga sekitar 425 kW atau lebih dari 600 HP dengan torsi puncak 760 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya sekitar 4,8 detik, angka yang sangat impresif untuk sebuah SUV berbodi besar.
Sebagai PHEV, mobil ini menggunakan baterai BYD Blade berkapasitas ±31,8 kWh yang memungkinkan mode listrik murni hingga sekitar 90 km (WLTC).
Teknologi ini membuat Denza B5 tetap efisien untuk penggunaan harian sekaligus bertenaga saat dibutuhkan.
Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual Mode Off-Road) yang menggabungkan struktur body-on-frame dengan sistem elektrifikasi modern.
Artinya, mobil ini tidak hanya nyaman di jalan raya, tetapi juga dirancang untuk medan berat. Dukungan differential lock, suspensi adaptif, dan AWD membuatnya memiliki kemampuan jelajah yang serius di kelasnya.
Pendekatan ini berbeda dari kebanyakan SUV elektrifikasi yang masih menggunakan rangka monokok, sehingga Denza B5 punya karakter lebih tangguh untuk pasar yang menyukai mobil “segala medan” seperti Indonesia.
Masuk ke kabin, Denza B5 menawarkan nuansa premium dengan material kulit berkualitas, panoramic sunroof, kursi dengan fitur pijat, serta sistem audio kelas atas. Fitur ADAS, kamera 360 derajat, head up display besar, dan smart cockpit juga disematkan untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan.
Di pasar China, harga Denza B5 berada di kisaran Rp600 jutaan. Namun jika masuk Indonesia dalam bentuk CBU, harganya diprediksi naik karena pajak dan biaya impor.
Banyak analis otomotif memperkirakan banderolnya masih di bawah Rp1,2 miliar, sehingga tetap kompetitif di segmen SUV premium elektrifikasi.
Meskipun belum ada peluncuran resmi, sinyal kehadiran Denza B5 semakin kuat seiring ekspansi BYD dan Denza di Indonesia. Brand Denza sendiri sudah lebih dulu masuk lewat MPV listrik D9, sehingga peluang menghadirkan model lain terbuka lebar.
Jika benar diluncurkan, Denza B5 akan menjadi alternatif baru bagi konsumen yang menginginkan:
- Performa setara mobil sport
- Kemampuan off road sesungguhnya
- Efisiensi plug in hybrid
- Kabin mewah berteknologi tinggi
Dengan kombinasi tersebut, Denza B5 bukan hanya pesaing SUV konvensional, tetapi juga berpotensi menjadi standar baru di kelas SUV hybrid premium Indonesia 2026.